SURABAYA – Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman secara khusus meninjau pelaksanaan TOT (Training of Trainers) untuk pelatih dan atlet olahraga Petanque asal Timor Leste, yang berlangsung di Universitas Negeri Surabaya, Rabu (28/10/2025).
Dalam kunjungan kali ini, Marciano Norman didampingi sejumlah pengurus Pengurus KONI Pusat, juga Ketua KONI Provinsi Jawa Timur, Muhammad Nabil.
Tiba di Lapangan Petanque Indoor Internasional Unesa, rombongan KONI Pusat disambut langsung oleh Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan MKes atau yang biasa disapa Cak Hasan. Turut menyambut Wakil Rektor IV Unesa Prof Dr Dwi Cahyo Kartiko MKes, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK Unesa) Dr Irmantara Subagio MKes, Sekretaris Umum FOPI Jatim Dr Abdul Hafidz MPd, dan Tim Pelatih Petanque Prof Dr Nurkholis MPd, serta sejumlah pejabat dan pegiat olahraga lainnya.
Dalam sambutannya mewakili Rektor, Dwi Cahyo Kartiko yang juga Ketua Umum FOPI Pengprov Jawa Timur mengucapkan terima kasih atas kunjungan tim Monev KONI Pusat. “Kerja sama KONI Pusat, CDTL, Unesa, dan FOPI ini merupakan langkah strategis meningkatkan hubungan Indonesia dan Timor Leste melalui pembinaan olahraga Petanque,” ujarnya.
Sementara Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyambut baik kerja sama melalui pembinaan olahraga Petanque bagi pelatih dan atlet Timor Leste. “Alhamdulillah kerja sama KONI Pusat, CDTL (KONI-nya Timor Leste) dengan Universitas Negeri Surabaya dalam mengembangkan olahraga Petanque. Unesa di bawah kepemimpinan Cak Hasan yang juga merupakan Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia merupakan tempat yang sangat tepat. Kita lihat fasilitasnya bagus, kemudian atlet-atlet asal Timor Leste ini sudah dua minggu di sini. Mereka sudah berlatih selama 78 jam, dan mereka nanti akan kembali ke Timor Leste untuk mengembangkan apa yang mereka dapat di sini,” kata Marciano Norman.
“Kemudian mereka juga bertemu dengan Timnas Petanque Indonesia yang disiapkan untuk SEA Games. Ke depan Unesa punya program berlatih bersama di Timor Leste. Jadi, melalui olahraga Petanque, kita tingkatkan kualitas hubungan Indonesia dengan Timor Leste melalui olahraga Petanque dengan kehadiran akademisi dari Unesa dan juga dukungan penuh Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat dengan mitra KONI di sana adalah CDTL,” tandasnya.
“Saya rasa kerja sama ini merupakan satu langkah maju dan bersejarah. Dalam hal ini nanti pengembangan pétanque di Timor Leste, bahwa mereka pernah didukung oleh pelatih-pelatih terbaik Indonesia, oleh tokoh-tokoh sport science dari Indonesia, sehingga mari kita dorong kerja sama ini,” lanjut Marciano.
“Dan sekali lagi kepada Unesa di bawah Prof Nurhasan yang juga Ketua Federasi Olahraga Pétanque Indonesia kita tentukan kerja sama. Saya juga berterima kasih kepada KONI Provinsi Jawa Timur yang memberi dukungan penuh terhadap event ini. Sukses untuk Petanque Indonesia. Sukses untuk Petanque Timor Leste,” punkasnya.
Perlu diketahui, sebanyak 2 calon pelatih dan 5 calon atlet petaque asal Timor Leste secara khusus menjalani TOT di Unesa 20 – 30 Oktober 2025. Selama berada di Unesa, ketujuh utusan CDTL Timor Leste itu mendapat pengetahuan dasar secara teori dan praktik permainan Petanque. Setidaknya selama berada di camp pelatihan Petanque Unesa mereka mendalami pétanque secara khusus selama 78 jam.
Ketujuh perwakilan asal Timor Leste itu antara lain Antonio de Araujo dan Adão Pinto yang khusus untuk menjadi pelatih, dan 5 lainnya sebagai atlet adalah Abrão da Costa Monteiro, Ivalio Rosalino Fátima Smith, Lidia Moreira, Zidanio Ernartino Riano Guterres Pereira, dan Ovidio Hermengildo Freitas Pinto da Conceição Reis. arm

