SURABAYA – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya (FIKK Unesa), Kampus 2 Lidah Wetan, Sabtu (14/2/2026).
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 60 peserta yang terdiri dari jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) FOPI Jatim serta perwakilan dari 24 Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkab/Pengkot) dari total 33 kepengurusan yang ada di wilayah Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ketua Umum FOPI Jawa Timur, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus daerah yang hadir tepat waktu guna merumuskan masa depan olahraga asal Prancis ini di Jatim.
“Ada beberapa program kerja utama yang kami siapkan. Salah satunya adalah menggelar liga di usia pelajar, usia dini, serta kategori terbuka. Selain itu, kami juga akan menggulirkan kejuaraan antar-klub sebagai modal dasar untuk menjaring bibit unggul menuju tim Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang,” ujar Prof. Dwi Cahyo.
Ia menekankan bahwa keberhasilan induk organisasi provinsi diukur dari raihan medali emas pada ajang PON. Namun, hal tersebut mustahil tercapai tanpa dukungan penuh dari pengurus di tingkat kabupaten dan kota dalam memutar roda kompetisi secara rutin dan terukur.
Jatim Sebagai Barometer Nasional
Momen Muskerprov 2026 ini juga menjadi tonggak sejarah dengan dicanangkannya Jawa Timur sebagai “Ibu Kota Petanque Indonesia”. Hal ini didasari oleh ambisi FOPI Jatim untuk kembali mendominasi prestasi nasional dan menjadi barometer kekuatan olahraga petanque di tanah air.
“Hari ini kita canangkan Jawa Timur sebagai Ibu Kota Petanque. Kita ingin meraih sukses kembali seperti pada PON sebelumnya dengan raihan 2 emas, 5 perak, dan 3 perunggu. Targetnya, kita menjadi yang terbaik dan menjadi barometer nasional,” tegasnya sembari menutup dengan semboyan khas, “Satu Bosi, Berjuta Keluarga. Satu Bosi, Berjuta Prestasi.”
Sejalan dengan visi Ketua Umum, Sekretaris Umum FOPI Jatim, Dr. Abdul Hafidz, mengungkapkan bahwa hasil Rakerprov 2026 resmi menetapkan proyeksi 16 nomor pertandingan. Nomor-nomor ini akan diimplementasikan pada ajang POPDA, Kejurprov, Porprov, hingga persiapan PON.
“Penambahan nomor ini bertujuan untuk memperluas peluang medali serta menyesuaikan dengan perkembangan kompetisi di level internasional,” jelas Dr. Hafidz.
Selain fokus pada atlet, agenda FOPI Jatim tahun 2026 juga akan menyasar peningkatan kualitas pelatih dan wasit agar bersertifikasi internasional. Dengan dukungan infrastruktur lapangan petanque di Unesa yang kini telah berstandar dunia, FOPI Jatim optimis mampu melahirkan atlet-atlet bintang yang tidak hanya berjaya di kancah nasional, tetapi juga berprestasi di level dunia.
